STRATEGI GULA & SEMUT UNTUK PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

Oleh : Jaharuddin
Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBK) UMJ

Rasio jumlah pengusaha terhadap populasi di Indonesia 3,1% pada tahun 2018, masih jauh tertinggal dengan (1). Singapura (7%), (2). Malaysia (5%). (3).Thailand (4,5%), 4. Vietnam (3,3%). Data ini menunjukkan Indonesia harus terus mamacu dirinya agar jumlah pengusaha di Indonesia semakin banyak, karena pengusaha memegang peran penting bagi: (1). Terciptanya lapangan kerja baru. (2). Menyerap tenaga kerja. (3). Meningkatkan penerimaan pajak. (4). Mendorong inovasi dan kemandirian masyarakat. (5). Menjadi indikator keunggulan dan daya saing negara. (5). Serta menunjukkan kemandirian bagi seorang muslim.

Dibutuhkan berbagai strategi untuk menumbuh kembangkan wirausaha baru. Salah satu komunitas masyarakat sangat strategis untuk didorong menjadi wirausaha adalah kalangan kampus, yang merupakan agen perubahan yaitu mahasiswa dan dosen. Lantas apakah akan menganggu aktivitas utama mereka sebagai mahasiswa dan dosen?, sudah semakin banyak contoh sukses mereka yang berprofesi sebagai mahasiswa dan dosen, saat yang sama mereka adalah wirausaha, mengajar adalah berbagi kepada mahasiswa bagi dosen wirausaha, bentuk pengabdian yang tidak bisa diukur dengan materi. Realitas juga menunjukkan, mengabdi dilembaga pendidikan sebaiknya tidak berharap balasan materi yang melimpah.

Dimana ada gula disitu ada semut, pepatah lama yang maknanya gula menjadi daya tarik datangnya semut. Pepatah ini bisa digunakan untuk pengembangan Kewirausahaan, yaitu strategi menumbuhkan wirausaha baru dikalangan mahasiswa dan dosen. Caranya adalah dengan membuka seluas-luasnya akses pasar bagi wirausaha baru dan wirausaha yang ingin naik kelas. Wirausaha baru adalah pengusaha yang baru memulai usahanya, wirausaha naik kelas adalah wirausaha yang sudah menjalankan usahanya namun masih tertatih-tatih dengan berbagai tantangan usahanya, dan mereka sangat ingin untuk mengembangkan usahanya.

Empat faktor penting dalam membangun wirausaha adalah (1). Pola Fikir. (2). Manajemen sumber daya manusia. (3). Manajemen Keuangan dan (4). Manajemen Pemasaran. Akses pasar sebagai pendorong tumbuh suburnya wirausaha di kampus. Keinginan bersama menumbuh suburkan wirausaha kampus bisa diakselerasi dengan membuka akses pasar.

Bagaimana mengimplementasikannya di UMJ?, salah satu strategi mengembangkan bisnis dosen dan mahasiswa adalah membuka pasar internal UMJ untuk bisnis dosen dan mahasiswa, karena jika pasarnya menjanjikan, semua pihak yang ada dikampus akan bergeliat untuk mengambil peluang. Ketika mahasiswa dan dosen sudah memproduksi barang dan jasa, tantangan selanjutnya adalah bisa terjual dengan jumlah yang menguntungkan atau tidak?. Maka diperlukan kebijakan serius untuk membeli produk internal UMJ, agar menstimulan produksi internal menjadi menguntungkan. Lantas bagaimana dengan produk dan jasa yang belum disediakan oleh internal, maka produsen eksternal diharuskan mengikuti standar UMJ, misalnya mengandeng pengusaha internal UMJ, dikurasi oleh lembaga seperti PIBK UMJ dan diwajibkan membuka kantor di bisnis center UMJ. Jadi bisnis center UMJ, benar-benar adalah pusat aktivitas bisnis.

Perputaran uang ratusan miliar setiap tahunnya di UMJ langsung berdampak pada tumbuh kembangnya wirausaha baru di internal UMJ dan langsung ataupun tidak akan meningkatkan kesejahteraan civitas akademika UMJ, dan untuk itu semua, diperlukan kebijakan pimpinan UMJ, yang bisa jadi menimbulkan resistensi dari internal, namun jika gagasannya jelas, narasinya jelas, implementasinya jelas dan terukur, maka lambat laun akan terlaksana dengan baik.

Contoh kebijakan riil yang diharapkan : publikasi kebutuhan belanja UMJ, membuat pendaftaran terbuka vendor secara online, lakukan verifikasi secara adil dan transparan, pastikan kebijakan berpihak kepada internal UMJ, semua bonus, tunjangan, penghargaan diberikan dalam bentuk voucer yang hanya bisa dibelikan ke internal UMJ, buat situs belanja produk dan jasa UMJ.

Singkatnya jika gulanya dibuka maka semut akan berdatangan. Jika semua pengadaan, kebutuhan dan keinginan belanja UMJ bisa dibuka dan dipublikasi dengan objektif, akan membuat wirausaha internal (dosen, mahasiswa) UMJ akan menjadi pengusaha yang menguntungkan. Dengan demikian geliat wirausaha akan sangat terasa di UMJ, mahasiswa teredukasi dan terlatih menjadi pengusaha, UMJ semakin sejahtera.

Lantas, jika ada yang menanyakan wirausaha harus berbasis inovasi dan teknologi serta mampu ke pasar eksternal dong?, jawabannya: memulai perlu di inkubasi (dibina) dan pembinaan dilakukan maksimal 3 tahun, setelah itu wirausaha internal, harus mampu bersaing di pasar eksternal UMJ. Semoga bermanfaat.

09 Oktober 2019 di FEB UMJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

yemek tarifleri
Edremit Zeytin
logar açma