“IDEA & INSPIRATION SESSION, PIBK-BEM UMJ 2”

Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan bekerja sama dengan BEM UMJ Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan mengadakan acara bertajuk “Mendirikan Start Up Itu Mudah” secara online melalui aplikasi Zoom Meeting

Untuk mengikuti acara ini silahkan isi formulir di bawah ini:

Form Katalog BISNIS UMJ

Formulir ini dibuat untuk mengumpulkan data-data Bisnis yang ada di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Untuk itu, bagi para Mahasiswa, Dosen, Karyawan dan Alumni UMJ diharapkan mengisi formulir di bawah ini.


“IDE & INSPIRASI DARI E-BUSINESS DAN INOVASI DI EROPA SERTA IMPLIKASINYA BERBISNIS DI INDONESIA”

Pemateri: Lutfian Aenimustafa, SE, MSc

(Alumni UMJ & E-Business and Inovation, Lancaster University, Inggris)

Wabah Covid 19 memaksa kita untuk belajar, bekerja dan ibadah di rumah. Pasti ada pelajaran berharga dari musibah ini. Salah satunya adalah mempercepat literasi. Belajar, bekerja dan berbisnis sekarang semakin lancar dengan media online. Paska wabah covid 19 diduga masyarakat semakin familiar dengan online, salah satunya adalah e-business dengan basis inovasi. Siapkan bekal dan informasi yg cukup agar semakin produktif sekarang dan di masa depan dengan media online.

Menunjang produktifitas, perlu ide-ide dan inspirasi dari berbagai informasi yang semakin banyak didapat akan semakin baik. Pengalaman dan pelajaran dari para praktisi bisnis dirasa membantu tumbuhnya inovasi-inovasi baru.

Untuk itu Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBK) UMJ. Membuka peluang bagi siapa pun untuk ikut bergabung dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting sebagai sara belajar dan sharing bisnis secara online dengan pembicara yang profesional.

Lutfian Aenimustafa menyebutkan beberapa poin tentang E-Business dan Inovasi sebagai berikut:

  1. E-Business

Meningkatkan kinerja bisnis (efisiensi, produktivitas) melalui konektivitas (menggunakan teknologi dalam nilai rantai, menghubungkan rantai nilai di seluruh mitra bisnis)

  • E-Commerce

Penggunaan Internet (Web, dan aplikasi) untuk bertransaksi bisnis. Secara formal: Transaksi komersial yang diaktifkan secara digital antara dan di antara organisasi dan individu

  • E-Business Models

E-Business memiliki beberapa model

  1. Service Provider

Layanan daring, Contoh: Google — Google Maps, Gmail, dan sebagainya.

  • Transaction Broker

Memproses transaksi online untuk konsumen Utama proposisi nilai — menghemat waktu dan uang

  • Community Provider

Memberikan lingkungan online (jejaring sosial) tempat orang dengan minat yang sama dapat bertransaksi, berbagi konten, dan berkomunikasi

  • Market Creator

Menciptakan lingkungan digital tempat pembeli dan penjual dapat bertemu dan bertransaksi Contoh: Priceline, eBay

  • Content Provider

Konten digital di Web: Berita, musik, video, teks, karya seni

  • E-tailers

Versi online e-tailers tradisional, pendapatan: Variasi penjualan: pedagang virtual, batu bata, dan klik

  • Inovation

Inovasi adalah proses membuat perubahan, besar dan kecil, radikal dan tambahan, untuk produk, proses dan layanan yang menghasilkan pengenalan sesuatu yang baru bagi organisasi yang menambah nilai bagi pelanggan dan berkontribusi pada penyimpanan pengetahuan organisasi.

Sederhananya kita sering melihat inovasi sebagai hal yang canggih dan proses yang rumit. Namun, dalam bisnis itu bukan hal yang baru. Lakukan hal yang sama sedikit lebih baik.

  • Disruptive Innovation

“Gangguan” menggambarkan proses di mana perusahaan yang lebih kecil dengan lebih sedikit sumber daya dapat berhasil menantang bisnis petahana yang sudah mapan. Khususnya, karena petahana fokus pada peningkatan produk dan layanan mereka pelanggan mereka yang paling menuntut (dan biasanya paling menguntungkan), mereka melebihi kebutuhan beberapa segmen dan mengabaikan kebutuhan yang lain.

  • Data is the new gold

Perusahaan-perusahaan Internet terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan struktural bergeser ke arah pengalaman online yang lebih memperkaya (Peck, 2017). Data memainkan peran penting bagi perusahaan untuk menumbuhkan bisnis mereka dan memaksimalkan potensi mereka.

  1. Personalized Recommendations

Berdasarkan perilaku pengguna. Barang-barang itu telah sering dilihat, dipertimbangkan, atau dibeli dengan pelanggan sedang mempertimbangkan.

  • Business Decision

Data memungkinkan manajer untuk mengerti dinamika bisnis mereka, antisipasi pasar bergeser dan mengelola risiko.

  • Predicting Demand

Sensing permintaan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkannya lebih dekat ke konsumen dengan menciptakan pemahaman konsumen yang lebih baik perilaku dan implikasinya untuk rantai pasokan.

IDE & INSPIRATION SESSION PIBK UMJ

Terbuka untuk Umum & Gratis!

Wabah Covid 19 memaksa kita untuk belajar, bekerja dan ibadah di rumah.
Pasti ada pelajaran berharga dari musibah ini. Salah satunya adalah mempercepat literasi online🏃🏼‍♂🏃🏼‍♂🏃🏼‍♂

Belajar, bekerja dan berbisnis sekarang semakin lancar dengan media online. Paska wabah covid 19 diduga masyarakat semakin familiar dengan online, salah satunya adalah e business dengan basis inovasi.

Siapkan bekal dan informasi yg cukup agar semakin produktif sekarang dan dimasa depan dengan media online.

Ikuti acara IDE & INSPIRATION SESSION PIBK UMJ dengan narasumber :

🕵🏻‍♂️ Lutfian Aenimustafa, SE, MSc
(Alumni UMJ & e -business and inovation, Lancaster University, Inggris)
📝Tema “IDE & INSPIRASI DARI E-BUSINESS DAN INOVASI DI EROPA SERTA IMPLIKASINYA BERBISNIS DI INDONESIA”✨
📆Hari/Tgl : Kamis, 2 April 2020
⏰Waktu : 16.00 – 17.00 WIB

KBRI Cairo Presentasikan Peluang Ekspor Produk Unggulan ke Mesir di Pusat Inkubasi Bisnis & Kewirausahaan UMJ Jakarta

Jakarta, 09 Maret 2020

Pusat Inkubasi Bisnis & Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar seminar bisnis bertopik Peluang Ekspor Produk Unggulan Indonesia ke Mesir bertempat di Ruang Aula Rektorat UMJ Ciputat dengan Nara sumber utama Atase Perdagangan KBRI Cairo.
See

Rektor UMJ, Prof. Dr. Syaiful Bahri, SH, MH dalam sambutannya menerangkan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia dengan Mesir khususnya dalam diplomasi ekonomi dan perdagangan, secara politik hubungan Indonesia dan Mesir sangat dinamis, bersahabat sejak era Bung Karno dan Gamal Abdel Nasser di tahun 1955. “Universitas Muhammadiyah Jakarta berdiri setelah KTT Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, Bung Karno mempersatukan Indonesia dengan Mesir sebagai sama sama negara yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat, memperkuat hubungan kerjasama perdagangan khususnya Eksportasi produk komoditas Indonesia ke Mesir, ungkap Rektor Syaiful Bahri.

Hadir dalam kegiatan seminar bisnis, Wakil Rektor III UMJ, Dr. Misriandi, M.Pd, Koordinator bidang inkubasi kewirausahaan, Dr. Suharsiwi,.M.Pd serta tamu undangan dari kalangan akademisi dan pelaku usaha Indonesia di bidang komoditas pertanian dan perkebunan.

Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi dalam paparannya menyampaikan, Pelaku usaha ndonesia perlu menjemput bola dalam mendorong nilai ekspor ke Mesir, utamanya produk produk komoditas agrikultur dan hasil hasil bumi lainnya.

“Banyak PR ada di dalam negeri, saat penjajakan bisnis, banyak sekali permintaan yang memerlukan kecepatan dalam memenuhi inquiry Yang datang dari buyer potensial, “ungkap Atdag Irman.

Irman menambahkan, Kantor Atase Perdagangan KBRI Cairo senantiasa menjembatani para pelaku usaha dan industri untuk segera mengambil pasar Afrika. Irman menyampaikan produk makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, furnitur, otomotif, elektronik, dan rempah-rempah, masih menjadi produk prioritas.

Atdag juga mendorong pelaku industri lokal untuk memiliki branding yang mampu menjangkau pasar internasional. “Branding go global tidak mudah, perlu difasilitasi pemerintah, Makanya kami kerja sama dengan Ditjen PEN Kemendag bagaimana memperluas upaya promosi promosi produk unggulan. Kemarin presiden menyampaikan agar kemudahan ekspor ini diberikan secara terus menerus untuk tujuan bersama, kesejahteraan rakyat, ungkap Irman.

Seminar yang dimoderatori oleh Syamsu Alam Darwis, Staf Atase Perdagangan KBRI Cairo, mengulas lebih dalam mengenai manfaat dari kegiatan ekspor ke Mesir diantaranya dapat memperluas Pasar bagi Produk Indonesia, menambah devisa Negara, memperluas lapangan kerja, mengurangi kegiatan impor.

Kegiatan Seminar ini dilanjutkan dengan Sesi Sharing Ilmu Pengusaha yang Sudah Pernah Ekspor ke Mesir oleh Muhammad Febri, Direktur
PT. International Niaga Globalindo yang memproduksi coklat powder.

Dr. Suharsiwi, M.Pd, selaku Panitia Penyelenggara Seminar menerangkan, seminar ini tidak berhenti disini, pihak UMJ akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha yang memiliki kemampuan untuk Ekspor ke Mesir.